berdasarkan bahan dasar pembuatannya dibedakan atas
1. Gula Kelapa ==> bahan dasar dari Nira Kelapa
2. Gula Aren ==> Bahan Dasar dari Nira Aren
3. Gula tebu ==> Bahan Dasar dari Tebu (lebih gampang cair)
Nira merupakan cairan manis yang terdapat di dalam bunga tanaman aren, kelapa dan lontar yang pucuknya belum membuka dan
diperoleh dengan cara penyadapan.
Pada umumnya masyarakat memanfaatkan nira aren dan nira kelapa untuk pembuatan gula merah/gula jawa dan gula semut, selain itu dapat digunakan sebagai minuman segar baik dari niranya langsung maupun nira yang dibuat sirup.
Nira aren dan nira kelapa mempunyai beberapa perbedaan dari segi warna, aroma, rasa maupun kadar kotorannya.
Nira aren terasa lebih manis, lebih jernih dan lebih segar daripada nira kelapa, namun jumlah padatan terlarut nira kelapa
lebih tinggi daripada nira aren (Dyanti, 2002).
- Serat pada warna coklatnya
- Kalori
- Kalsium
- protein kasar
- mineral
- vitamin
- senyawa-senyawa yang berfungsi menghambat penyerapan kolesterol di saluran pencernaan.
Rasa : Normal, Khas
Warna : Kuning sampai kecoklatanAir : Max. 10%bb
Abu : Max. 2%bb
Jumlah Gula Sebagai Sakrosa : Min. 77%bb
- Seng (Zn) : Max 40 mg/kg
- Timbal (Tb) : Max 2 mg/kg
- Tembaga (Cu) : Max 10 mg/kg
- Raksa (Hg) : Max 0,03 mg/kg
- Timah (Sn) : 0 mg/kg
Nutrisi, Nilai per 100 gram porsi makanan
sumber http://www.asiamaya.com/nutrients/gulajawa.htm
Air : 1.6 g
Energi : 376 kcal
Energi, : 1573 kj
Protein, : 0 g
Total lemak, : 0 g
Karbohidrat, : 97.3 g
Serat, : 0 g
Ampas, : 0.9 g
Mineral
Kalsium, Ca, : 85 mg
Besi, Fe, :1.91 mg
Magnesium, : Mg, 29 mg
Phospor, P, : 22 mg
Potassium,K : 346 mg
Sodium, Na, : 39 mg
Seng, Zn, : 0.18 mg
Tembaga,Cu : 0.298 mg
Mangan, Mn, : 0.32 mg
Selenium,Se : 1.2 mcg
Vitamin
Vitamin C, asam ascorbic, : 0 mg
Thiamin, : 0.008 mg
Riboflavin, : 0.007 mg
Niacin, : 0.082 mg
Asam Pantothenic, : 0.111 mg
Vitamin B-6, : 0.026 mg
Folate, : 1 mcg
Vitamin B-12, : 0 mcg
Vitamin A, : 0 IU
Vitamin A, RE, : 0 mcg_RE
Vitamin E, : 0 mg_ATE
Lemak
Asam lemak jenuh, saturated, 0 g
4:0, 0 g
6:0, 0 g
8:0, 0 g
10:0, 0 g
12:0, 0 g
14:0, 0 g
16:0, 0 g
18:0, 0 g
Asam lemak tak jenuh, monounsaturated, 0 g
16:1, 0 g
18:1, 0 g
20:1, 0 g
22:1, 0 g
Asam lemak tak jenuh, polyunsaturated, 0 g
18:2, 0 g
18:3, 0 g
18:4, 0 g
20:4, 0 g
20:5, 0 g
22:5, 0 g
22:6, 0 g
Kolesterol, 0 mg
NGOPI PAKE’ GULA KELAPA SERBUK LEBIH KENTAL DAN TERASA NIKMATNYA
MANIEZ SEDIKIT PAHIT CAMPUR GURIH woooww SEDAAA..PP
kopi : 1 sendok teh
Crimer : 1 sendok teh
Gula merah serbuk : 1 sendok makan
air mendidih : 100 ml


April 2, 2008 pukul 8:22 pm |
Ueenak tenan!! Kopi pake gula aren, apalagi kalau tambah jahe, tambah hangat. Badan yang capek-capek jadi segar kembali.
Pohon Aren memang lagi ngetrend. Dulu Kanjeng Sunan Bonang sudah ngasih isyarat kepada ‘begal’ yang akhirnya menjadi Sunan Kalijogo, bahwa di pohon Aren itu ada emas!
EEee.. sekarang, pada saat gula semakin mahal, bensin semakin langka, lapangan kerja semakin sulit, lahan semakin kritis karena dieksploitasi…dst., Aren datang sebagai alternatif. Prospek emas itu ternyata dari sang pohon Aren.
Para peneliti telah lama mengabaikan, para petani pekebun mengacuhkannya, dianggap pohon Aren sepele dan remeh!! Kita semua bahkan lalai dan tak ambil peduli dengan isyarat Kanjeng Sunan Bonang itu.
Malaysia ternyata sedang mengambil peluang ini dengan menyiapkan secara besar-besaran kebun Aren untuk Gula dan Bioethanol. Kelapa Sawit yang sudah banyak yang tua tidak diremajakan lagi, namun diganti dengan Kebun Aren. Konon Datuk Azis bekas pejabat Negara Bagian Sabah sudah mengembangkan sekitar 3.000 ha bekerja sama dengan investor Jepang, sekaligus tempat pemasarannya. Di Negara Bagian Serawak Malaysia juga tidak kalah getolnya mengembangkan Kebun Aren ini.
Menurut para ahli potensi produksi nira 360.000 s/d 720.000 liter/tahun/ha. Bila niranya diolah menjadi 72 s/d 144 ton/tahun/ha gula merah. Kalau dijadikan Bioethanol FGE 99,5% menjadi 20.000 s/d 40.000 liter/tahun/ha.
Bagaimana?? betul-betul bernilai laksana emas. Memang betul Kanjeng Sunan Bonang!! Anak cucumu ini memang amat bodoh dan telah melalaikan isyarat Kanjeng Sunan!!
Mei 27, 2008 pukul 5:00 pm |
Pak, emang bener kopi ditambah gula aren ueeenak benar…. ditempat saya kopi plus gula aren di sebut dengan “kopi misdok”…. kopi amis medok….atau kopi kental manis…..
mangga
Mei 27, 2008 pukul 5:05 pm |
Sugeng sore Pak Dian, bolehkah saya minta nomor kontak bapak? Sepertinya banyak yang nyambung ngomongin gula aren/ semut.
Matur Nuwun.
Agustus 15, 2008 pukul 5:36 pm |
Ikutan nimbrung neh pak…ada yang membutuhkan gula kelapanya?
saya punya stok dan bisa suplay rutin. kualitas super lebar 4-5 cm
tinggi 1,5 – 2 cm kemasan pelastik isi 10kg. warna kuning kecoklatan, berkristal.
Bagi yang membutuhkan hubungi saya via email aldy_nanda@yahoo.co.id atau Hp 085691488753
Terimakasih
November 14, 2008 pukul 3:08 pm |
assalamu’alaikum…..
salam kenal…. saya mengajak kerja sama untuk poroduk gula merah unguk saya pasang diblog saya http://www.asikinbusiness.blogspot.com dan kalau ada pembelian dari customer maka supplier langsung kirim ke alamat customer saya thank
ali
http://www.asikinbusiness.blogspot.com
085691102524
Desember 24, 2008 pukul 4:06 pm |
Salam kenal
Saya ingin tahu daerah manasaja penghasil gula merah (semua jenis :aren, tebu, kelapa)?, dan berapa kapasitas yang biasa dihasilkan dalam sehari oleh seorang petani gula?, biasanya dalam satu desa rata-rata berapa petani gula? apakah setiap petani gula memproduksi sama banyak? banyak mohon infonya ya ke trishareddy@windowslive.com.
terima kasih
Februari 18, 2009 pukul 10:23 am |
Salam kenal.
Saya ingin meminta informasi dari siapa saja, apa2 saja sih bahan2 untuk membuat gula merah? gimana supaya gula merah tidak meleleh? dimana daerah penyedia bahan baku terbanyak yang bisa kita peroleh tiap hari? Mohon info nya di kirim ke trefani@yahoo.com. terima kasih banyak
Maret 15, 2009 pukul 7:13 pm |
Tentang gula merah,
Dari hasil pengamatan saya dilapangan, ternyata pembuatan gula merah dari nira kelapa banyak sekali yang memakai : Pengawet sodium metabisulfit ( biasa oleh petani gula disebut sebagai obat gula) dalam kadar yang melebihi takaran). Memakai campuran gula pasir atau molase ( gula tetes tebu ), supaya gula merah cepat menjadi keras. Memakai minyak sayur ( coba larutkan satu gula merah kedalam air panas, lalu lihat permukaan air panas tersebut.Memakai ampas kelapa, ampas kayu. Pada umumnya pabrik pembuat gula kelapa melakukan daur ulang cetak, sangat jarang sekali mengolahnya langsung dari Nira Kelapa cair, karena resiko gagal sangat tinggi ( gula tidak bisa mengeras = gulali/karamel ).Untuk mengetahui apakah gula merah itu murni, caranya, biarkan gula merah diatas meja, jika semut cepat datang, dapat diartikan gula tersebut baik mutunya, semakin banyak semut semakin tinggi kwalitasnya. Jika semut cuma satu dua saja atau tidak datang sama sekali, hati-hati dengan gula merah tersebut, mungkin banyak mengandung bahan campuran.
Wassalam.
Maret 17, 2009 pukul 7:59 am |
Kenapa enggak coba coconut sugar produk hasilkebun??? boleh di uji dech….
Juni 20, 2009 pukul 11:02 pm |
Dear All…
Senang sekali teman – teman bisa berbagi di rubrik yang disediakan hasil kebun. Mas Gunawan sangat jeli sekali melihat dari sudut pandang beliau. akan tetapi saya sangat yakin bahwa justru apabila masyarakat semakin aware terhadap gula merah campuran yang notabene sangat merugikan bagi kesehatan, maka sudah saatnya kita mencari yang asli. memang harga jualnya tidak bisa dibandingkan dengan pasar Traditional. akan tetapi produk ini bagi yang sayang akan kesehatan dan mengerti tentang manfaat gula merah tidak ada salahnya mencoba produk hasil kebun yang berupa gula serbuk cap semut yang notabene tidak ada campuran yang disebutkan mas Gunawan. dan tersedia pula untuk produk curahnya. thx.
Oktober 3, 2009 pukul 1:23 pm |
salam buat semua
saya pernah mampir di suatu daerah,perbatasan jawa barat dan jawa tengah bagian selatan,tepatnya antara kabupaten banjar-ciamis dan kabupaten cilacap. daerah itu juga termasuk produsen gula merah. hanya yang disayangkan,sedikit sekali dari para produsen itu yang mengerti dan paham tentang kandungan mineral atau zat2 lain dalam gula merah itu sendiri. sehingga dalam proses pembuatannya pun,mereka tidak banyak tahu quality yang bagus atau kurang bagus. seandainya saja ada yang memberi pengarahan kepada mereka,bagaimana cara dan bahan yang bagus,saya yakin..quality dari produksi mereka akan mempunyai nilai jual yang baik. dan tentunya akan menambah penghasilan dari produsen tersebut.
Oktober 6, 2009 pukul 11:40 pm |
Shalom…. Apa kabar pak Gun, lama tidak jumpa….saya senang sekali bisa melihat perkembangan gula merah yg pak Gun rintis sejak lama dan sdh bisa berkembang dg baik, memang saya melihat sendiri kalau produksi gula merah pak Gun ini benar2 dari nira kelapa asli tanpa pengawet apapun dan diolah dengan teliti. Dan yang terpenting gula merah ini juga berasal dari daerah yang terkenal baik hasil gula merahnya….Ok deh Pak Gun sukses selalu Tuhan Yesus Memeberkati… salam tuk anak2 Multipont (AAN)
Oktober 18, 2009 pukul 1:17 am |
berdasarkan pengamatan di lapangan dan dari beberapa literatur, dikatakan bahwa nira dari pohon kelapa/aren cenderung untuk terfermentasi secara cepat, alias cepat rusak, jika tidak menggunakan pengawet (bisulfit). Memang secara tradisional biasanya ada yang memakai pengawet alami berupa kapur sirih dan getah manggis, tapi pengawet alami ini daya awetnya tidak sebaik kalau pakai pengawet kimia. Sehingga jika menggunakan pengawet alami akan membuat pekerjaan pembuatan gula jadi lebih susah, harus 2x kerja, karena nira yg diambil harus segera dimasak. Untuk yg pakai pengawet alami umumnya nira harus diambil 2x sehari, inilah yg membuat lebih susah. Bandingkan dengan jika menggunakan pengawet kimia, nira cukup diambil 1x sehari.
pekerjaan memanjat kelapa (penderes, kalo di jawa) adalah pekerjaan yang berat dan beresiko tinggi. Banyak penderes yg harus menemui ajalnya atau cacat permanen karena terjatuh dari pohon kelapa.
Jadi lain kali kita beli gula jawa, ingatlah bahwa produk ini dihasilkan dari kucuran keringat dan bahkan mungkin nyawa manusia.
ps:
Bagi yg tau cara membuat gula jawa tanpa pengawet (yg alami sekalipun) mungkin bisa membagikannya di sini.
trims.